Nama Puripol Boonson menjadi salah satu sorotan dari cabang atletik Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Sprinter asal Thailand itu mencuri perhatian setelah meraih dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter putra.
Prestasi tersebut membuat Puripol tidak hanya menjadi salah satu atlet muda yang menarik perhatian di Asia, tetapi juga mencatat sejumlah rekor penting. Pada usia 20 tahun, ia mampu menunjukkan kecepatan yang membuat persaingan nomor sprint semakin menarik.
Puripol Boonson Raih Emas 100 Meter
Puripol mengawali kiprahnya di nomor sprint Asian Games 2026 dengan hasil gemilang. Ia memenangkan final 100 meter putra dengan catatan waktu 9,90 detik.
Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor baru Asian Games. Puripol juga mencatat waktu di bawah 10 detik dalam rangkaian perlombaan 100 meter yang ia jalani di ajang tersebut.
Hasil itu memperlihatkan perkembangan pesat sang sprinter. Ia tidak hanya mengandalkan start cepat, tetapi juga mampu mempertahankan kecepatan hingga melewati garis finis.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting sebelum Puripol turun di nomor 200 meter. Tantangannya tentu berbeda karena ia harus mempertahankan kecepatan dalam jarak yang lebih panjang.
Kembali Menang di Nomor 200 Meter
Beberapa hari setelah memenangkan 100 meter, Puripol kembali tampil di lintasan. Kali ini ia bersaing dalam nomor 200 meter putra.
Hasilnya kembali memuaskan. Puripol menjadi juara dengan waktu 19,88 detik. Catatan tersebut tidak hanya memecahkan rekor Asian Games, tetapi juga menyamai rekor Asia milik sprinter China, Xie Zhenye, yang mencatat waktu sama pada 2019.
Puripol juga menjadi sprinter Thailand pertama yang mampu menembus batas 20 detik pada nomor 200 meter.
Ia meninggalkan Huang Youwen dari China yang meraih perak dengan waktu 20,45 detik. Sementara itu, Soshi Mizukubo dari Jepang menempati posisi ketiga dengan catatan 20,56 detik.
Dengan kemenangan tersebut, Puripol menyelesaikan sprint double, yaitu memenangkan nomor 100 meter dan 200 meter dalam satu edisi Asian Games.
Perjalanan Puripol Sudah Terlihat Sejak Usia Muda
Puripol bukan nama baru dalam dunia atletik Asia. Sprinter kelahiran Thailand tersebut sudah menunjukkan potensi sejak usia belasan tahun.
Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, ia meraih medali perak nomor 100 meter. Saat itu, Puripol mencatat waktu 10,02 detik dan finis di belakang Xie Zhenye.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangannya. Setelah itu, Puripol terus meningkatkan kecepatannya hingga akhirnya mampu menembus batas 10 detik pada nomor 100 meter.
Pada 2025, ia juga mencatat sejarah sebagai sprinter Asia Tenggara pertama yang berlari di bawah 10 detik pada nomor 100 meter. Perkembangan tersebut membuat namanya semakin dikenal dalam persaingan sprint Asia.
Apa yang Membuat Sprint Puripol Menarik?
Sprint membutuhkan kombinasi kecepatan, teknik, kekuatan, dan kemampuan menjaga ritme. Pelari tidak cukup hanya memiliki start yang bagus. Mereka juga harus mampu mengatur posisi tubuh dan mempertahankan kecepatan ketika memasuki bagian akhir perlombaan.
Puripol menunjukkan kemampuan tersebut dalam dua nomor yang ia menangkan di Asian Games 2026.
Pada 100 meter, ia harus memaksimalkan kecepatan dalam waktu yang sangat singkat. Sementara pada 200 meter, ia membutuhkan kemampuan mengatur tenaga karena lintasan memiliki tikungan sebelum memasuki garis lurus terakhir.
Catatan 19,88 detik di nomor 200 meter menunjukkan bahwa Puripol mampu menggabungkan kecepatan dengan daya tahan sprint. World Athletics juga mencatat bahwa ia menyelesaikan nomor tersebut dengan keunggulan cukup jauh dari para pesaingnya.
Puripol dan Masa Depan Atletik Asia
Usia Puripol yang masih 20 tahun membuat kariernya masih memiliki ruang panjang untuk berkembang. Dua emas di Asian Games 2026 juga menambah pengalaman penting sebelum ia menghadapi kompetisi tingkat dunia berikutnya.
Prestasi di Nagoya menjadi bukti bahwa persaingan sprint Asia tidak hanya berasal dari negara-negara yang selama ini dikenal kuat dalam atletik. Thailand juga memiliki sprinter muda yang mampu bersaing di level tertinggi Asia.
Bagi Puripol sendiri, dua medali emas tersebut menjadi pencapaian besar sekaligus pijakan untuk target berikutnya. Ia bahkan menyatakan ingin terus mengejar catatan waktu dan rekor baru setelah Asian Games 2026.
Perjalanan Puripol menarik untuk diikuti karena ia masih berada pada fase awal karier. Jika mampu menjaga performa dan terus mengembangkan kemampuan, namanya berpeluang semakin sering muncul dalam persaingan sprint tingkat Asia dan dunia.
Baca juga: Nurisa Dian Ashrifah, Pemanah Indonesia yang Raih Emas Asian Games 2026

